Seklar - Obrolan tentang sejarah perkembangan masyarakat adalah sebuah obrolan yang cukup menarik untuk diobrolkan, karena dengan membahas hal ini kita akan dengan mudah mengetahui sejarah manusia dan perkembangannya, kita yakin bahwa materi itu senantiasa bergerak dan berkembang dan begitu pun masyarakat dia selalu berkembang dari zaman ke zaman, dan setiap perkembangan didorong oleh faktor-faktor tertentu.
Proses kehidupan masyarakat yaitu proses membuat barang-barang keperluan hidupnya, hal itu merupakan tuntutan yang paling mendasar bagi kehidupan manusia , bahwa manusia harus memproduksi barang-barang keperluan hidupnya secara terus-menerus sepanjang hidupnya dan itu merupakan proses perkembangan yang memerlukan pengorbanan (Darsono, Prawironegoro).
![]() |
| Sumber Pictures : Pinterest |
1. Komunal Primitif.
Masyarakat komunal primitif adalah sebuah bentuk masyarakat yang kehidupanya masih sangat-sangat sederhana baik itu cara berpikir nya maupun kehidupan sehari-harinya, masyarakat komunal primitif dalam hal melakukan aktivitas kerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masih sangat sederhana atau sederhananya masih mengunakan perkakas kerja yang seadanya (primitif),
Selain cara kerja mereka yang masih sangat sederhana mereka juga dalam kehidupannya masih hidup berkelompok dan berpindah-pindah ke-tempat satu ke tempat lainnya, untuk bisa terus bertahan hidup masyarakat terus melakukan kerja produksi yang itu dilakukan secara bersama-sama dan hasil produksi itu dibagi secara bersama atau digunakan secara bersama.
Analisis Marx bahwa masyarakat pertama didunia adalah masyarakat tanpa kelas, atau sederhananya masyarakat yang masih melakukan segala-sesuatu secara kolektif dan hasilnya untuk kepentingan bersama, masyarakat itu disebut Marx sebagai masyarakat komunal primitif. Yaitu suatu masyarakat yang sistem ekonomi masih bersifat komunal dan alat kerjanya masih sangat sederhana. Konsep tentang Negara belum ada dalam fase masyarakat ini, mereka masih hidup berkelompok. Atau mereka masih mengunakan hukum alam.
Dalam perkembangan seiring waktu masyarakat komunal primitif mulai berkembang ke tahapan yang lebih maju ketika masyarakat ini menemukan beberapa hal yang mendorong perkembangannya yaitu ketika di temukannya api dan anak busur panah, ketika hal itu ditemukan masyarakat mulai berkembang sedikit lebih maju untuk mendorong kemajuan aktivitas kerja produksi mereka, ketika hasil produksi semakin hari semakin banyak dan wilayah produksi semakin jauh maka mendorong masyarakat untuk hidup menetap dan tidak lagi berpindah-pindah, ketika masyarakat mulai hidup menetap terjadilah pembagian kerja, perempuan mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan rumah tangga dan pertanian sedangkan laki-laki mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan berburu-mencari ikan dan seterusnya, selain pembagian kerja disituasi perkembangan yang semakin maju lahirlah sebuah sistem yang dikenal sebagai sistem barter (pertukaran), sistem pertukaran ini pada awalnya masih dilakukan secara bersama tapi dalam perkembangan pertukaran ini mulai di ambil alih oleh ketua-ketua kelompok.
2. Kepemilikan Budak
Proses perkembangan perdagangan dan kapital di zaman kuno telah melahirkan perbudakan,. Pada awalnya manusia memproduksi untuk keperluan sendiri, tetapi terjadi kelebihan hasil produksi maka lahirlah perdagangan dan penimbunan kekayaan. Proses yang demikian kemudian itu kemudian melahirkan sistem perbudakan , dimana manusia dijadikan alat kerja oleh mereka yang berkuasa.
Dengan hancurnya hubungan produksi kerja sama dalam masyarakat komunal primitif kemudian diganti dengan hubungan produksi kerja penindasan dan penghisapan dalam masyarakat kepemilikan budak, ketua kelompok bertransformasi masih tuan budak dan anggotanya menjadi budak yang tenaganya di arahkan untuk bekerja. Untuk menjaga posisi tuan budak maka diangakatlah tukang pukul atau pengawal menjaga tuan budak dari serangan para budak, selain itu juga dibentuk badan pengawas untuk terus mengawasi aktivitas kerja para budak itu. Dalam masyarakat perbudakan perkembangan alat-alat produksi mulai maju dan kemajuan itu ditandai dengan lahirnya barang dagangan dan uang sebagai alat pertukaran, ketika perdagangan ini semakin meluas dan berkembang maka budak-budak ini terus dipaksa untuk bekerja sekuat-kuatnya, ketika budak-budak ini merasa bahwa mereka terlalu ditindas dan tidak tahan lagi dengan segala penderitaan maka budak-budak ini melakukan pemberontakan melawan tuan budak, dimana mereka menghancurkan semua alat-alat kerja dan menuntut untuk merdeka dan bebas dari segala kesakitan, karena perlawanan yang semakin akut maka budak-budak ini diberikan kebebasan untuk merdeka, ketika merdeka budak-budak ini mulai bekerja di atas tanah tuan budak sedangkan tuan menjadi pemilik tanah , maka lahirlah hubungan produksi yang baru yaitu tani hamba dan tuan tanah. Yang disebut sebagai hubungan produksi Feodalisme.
3. Feodalisme
Bentuk masyarakat yang ketiga adalah masyarakat feodal, yang berbasis pada kepemilikan tanah, budak-budak yang telah diberikan kebebasan untuk merdeka kemudian berubah menjadi tani hamba yang hidupnya di ikat dengan tanah garapan, tuan feodal ini selain sebagai tuan tanah mereka juga mengendalikan segala aturan atau sederhananya mereka menguasai negara dalam masyarakat modern, dengan kekuasaan yang besar itu tuan feodal terus menghisap dan menindas tani hamba serta menjaga hak atas tanah yang dia miliki itu. Karena tanah merupakan sumber pangan dan segala kekayaan maka, tani hamba bekerja hasilnya sebagian besar diberikan sepenuhnya untuk tuan tanah, selain upah yang diberikan tidak sesuai tani hamba juga di ikat dengan berbagai macam tuntutan tuan tanah antara lain, membayar pajak, pemberian upeti dan kerja paksa, ketiga hal itu melekat langsung dalam internal tani hamba.
Di masyarakat feodal penindasan terhadap tani hamba semakin akut karena selain mereka dipaksakan kerja mereka juga di ikat dengan beberapa aturan yang justru sangat membebankan kehidupan mereka, di fase masyarakat ini penindasan terhadap manusia semakin nampak dan sangat berbahaya, hubungan kerja yang dibangun adalah hubungan kerja penindas dan eksploitatif, dan juga selain alat produksi dimiliki sepenuhnya oleh raja manusianya pun dimiliki oleh raja, jadi tani hamba hanya siap arahkan bekerja dimana saja dan kapan saja dengan upah berapapun itu dia selalu siap.
Daftar Pustaka:
Ekonomi Politik Dan Aksi Revolusi ( Darsono Prawironegoro).
Penulis: EL, Penulis merupakan koordinator Sekber Presidium Unkhair II

0 Komentar