Seklar - Kenyataan sudah begitu banyak memberikan bukti, bahwa keadaan sosial masyarakat tidak baik-baik saja. Seluruh umat manusia khususnya Indonesia mengalami begitu banyak harapan dan impian yang tidak tersampaikan bahkan tersia-siakan, kesejahteraan yang di perjuangkan, hingga nyawapun menjadi taruhan.
Ketidakberdayaan ialah masalah. Masalah adalah suatu hal yang perlu diselesaikan agar kehidupan tetap harmonis dan demokratis. Keberdayaan ialah mereka yang dianggap lemah, secara ekonomi, budaya dll. Hidup selalu di tindas, di eksploitasi hingga dirampas hak jasanya.
Tindakan Negara hari ini, telah menunjukan bahwa, wajah Kapitalisme yang tidak mempunyai moral kemanusiaan; begitu banyak penderitaan, tangisan yang terus menyelimuti masyarakat, mereka sekan dibuat bimbang dan ragu untuk memilih kehidupan, sebab jalan suram selalu selalu ditampilkan oleh pemerintah.
Negara Indonesia terdiri dari; berbagai macam suku bangsa, ras dan agama. Begitu juga degan Negara yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945, yang katanya selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan. Namun hal itu menjadi mitos, dan mimpi buruk bagi masyarakat. Sedangkan yang berkepentingan terus mengeruk harta dan kekayaan pribadinya.
Dalil kesejahteraan, kemanusiaan, dan kemajuan menjadi instrumen hangat bagi masyarakat. Begitu juga dengan pemerhati-pemerhati sosial yang memberontak serta melawan mereka dianggap tidak bermoral.
Apa kabar dengan Indonesia yang jati dirinya sudah hilang ditelan pemodal.
Tahun berganti tahun, kemerdekaan Indonesia terus dirayakan, namaun pada kenyataannya kemerdekaan dipaksakan, penindasan, kebodohan, perampasan dan eksploitasi yang berkepanjangan. Anak mudah yang maju, pesimis, acuh tau-pun ikut menghancurkan dan melupakan sejarah Indonesia yang kelam. Perayaan kemerdekaan menjadi momentum lelucon yang tidak mempunyai arti perjuangan dan kesejahteraan. Lahan digusur, tanah dicuri, laut dicemari, dan danau disulap menjadi tandus yang kering dan mati. tetapi, kebanyakan memilih diam. Bukankah kenyataan cukup jelas memperlihatkan bahwa Negara ini tidak baik-baik saja.
Impian dan harapan tentang kesejahteraan dan Demokratis barangkali ikut terkubur bersamaan dengan para pahlawan yang berjuang hingga merah putih dapat berkibar---sampai kini penderitaan dan air mata menjadi suatu takdir yang harus di rawat dan dinikmati oleh rakyat secara umum kaum lemah, sedangkan mereka yang berkuasa, memegang tahta melanjutkan hidup di atas penderitaan orang lain.
Perjuangan yang tidak mengenal henti; ada yang bergerak di zona momentum, membangun kesadaran politik, membangun kesadaran rakyat dan perjuangan lainnya, dan sampai hari ini meski perjuangan itu membawa dan mengatasnamakan rakyat secara umum tetapi di anggap pemberontak yang tidak bermoral, sehingga ada yang di bunuh, di penjara, bahkan di ancam.
Untuk rakyat Indonesia, sudah cukup kita di tindas dan saatnya kita melawan demi perjuangan mulia, yang berpatokan pada Revolusi.
Penulis: J'R Intuisi Rap
Penyunting: Ali S

0 Komentar